Langsung ke konten utama

TUGAS PBSI KARYA SASTRA PUISI

Nama                 : Tri Napoleon Ramadhani
Kelas                  : X MIPA 2
No. Absen          : 33
Mata Pelajaran : PBSI

 Soal :
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
1. Jelaskan pengertian puisi!
Jawab: Satu bentuk karya sastra yang berisi ungkapan hati, pikiran, dan perasaan penyair yang dituangkan dengan memanfaatkan segala daya bahasa, kreativitas, dan imajinasi pengarang dengan rangkaian bahasa yang indah serta mengandung irama dan juga makna.


2. Sebutkan macam-macam puisi!
Jawab: Puisi dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
 1) Puisi lama yaitu puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan, seperti jumlah baris, rima, banyaknya suku kata pada tiap baris, dan irama. Jenis-jenis puisi lama yaitu syair, pantun, talibun, gurindam, karmina, dan mantra. 

2) Puisi baru yaitu puisi modern yang tidak terikat dengan aturan-aturan. Puisi baru bersifat bebas sesuai dengan keinginan pengarang. Jenis-jenis puisi baru yaitu balada, romansa, himne, epigram, ode, elegi, dan satire. 


3. Jelaskan dari masing-masing puisi tersebut!
Jawab: 
1) Puisi Lama
-Syair adalah puisi lama yang tiap-tiap bait terdiri atas empat larik (baris) yang berakhir dengan bunyi yang sama. Memiliki rima atau akhiran a-a-a-a tiap barisnya.

-Pantun merupakan salah satu bentuk puisi lama Indonesia yang tiap bait biasanya terdiri atas empat baris dan bersajak a-b-a-b.

-Talibun adalah sejenis puisi lama seperti pantun karena mempunyai sampiran dan isi, tetapi lebih dari 4 baris ( mulai dari 6 baris hingga 20 baris).

-Gurindam adalah merupakan puisi lama yang berisi nasihat atau sindiran yang terdiri atas dua baris dan berima sama.

-Karmina adalah pantun yang terdiri dari dua baris.

-Mantra adalah satu-satunya puisi lama ayang setiap ucapannya dianggap memiliki kekuatan gaib/magis untuk keperluan ritual ataupun pengobatan.


2) Puisi Baru
-Balada adalah puisi yang berisi cerita tentang orang-orang perkasa ataupun tokoh pujaan. Puisi ini terdiri dari tiga bait.

-Romansa adalah puisi yang menarasikan perasaan seseorang dalam bentuk tulisan yang diberikan majas pendukung agar puisi tersebut terkesan hidup.

-Himne adalah salah satu jenis puisi baru yang memuat pujian yang dinyanyikan.

-Epigram adalah puisi yang berisi tentang ajaran hidup atau tuntunan ke arah kebenaran.

-Ode adalah puisi berisi pujian yang dapat ditunjukkan untuk seseorang, suatu hal, maupun suatu keadaan.

-Elegi adalah puisi yang mengungkapkan perasaan duka.

-Satire adalah puisi yang memuat sindiran atau kritikan di dalamnya.


4. Berilah contohnya untuk masing-masing puisi tersebut!
Jawab: 
1) Puisi Lama
• Contoh Syair:
   Jauhi semua perbuatan jahat

Jauhi pula pebuatan maksiat

Mari kita segera bertaubat

Supaya kita selamat dunia akhirat


• Contoh Pantun: 
~Pergi ke laut untuk berlayar

Udaranya dingin seperti es

Kalau kamu rajin belajar

Pasti kelak akan sukses


• Contoh Talibun:
~ Pasang wajah muka memelas

Orang sekitar sampai kesal

Hingga semua berpaling muka

Tuntutlah ilmu dengan ikhlas

Agar kelak tak menyesal

Siap menghadapi tantangan dunia


• Contoh Gurindam: 
~ Apabila orang banyak berkata

Itu tandanya dia berdusta


• Contoh Karmina
~ Ikan sembilang di balik batu

Sudah dibilang jangan mengganggu



• Contoh Mantra: 
~ Mantra untuk mengobati orang dari pengaruh makhluk halus

Sihir lontar pinang lontar

terletak diujung bumi

Setan buta jembalang buta

aku sapa tidak berbunyi


2) Puisi Baru
• Contoh Balada
Balada Pembungkus Tempe 
Karya: W.S. Rendra

Fermentasi asa
Mengharap sempurna
Bentuk utuh nan konyol
Rasa, karsa tempe

Pembungkus yang berjasa
Penuh kisah bertulis duka lara
Dibuang tanpa dibaca

Pembungkus tempe
Bukan plastik tapi kertas usang tak terpakai
Masihkah ada yang membelai sebelum membuangnya?


• Contoh Romansa
Kini Sunyi

Tenggelam pada sunyi di buai hangat
Menatap angin dan terpejamkan gelap
Menitip rindu pada ufuk yg memerah
Cerita pada pinus di hutan kenangan

Padahal baru beberapa tahun saja
Juntai menjuntai kenangan itu menguap
Ketika semua membuncahkan rasa
Ya, itu masa lalu

Sore ini berbeda,
Tampak permukaan rindu itu mencair
Sepertinya sudah tak berdera lagi
Bahkan warnanya sudah berubah

Sunyi,
Ada untuk mengganti rindu
Berbagi sepi dan abu abu
Apa yang terasa sekarang?
Tidak ada.


• Contoh Himne 
Doa 
Karya: Taufiq Ismail

Tuhan kami
Telah nista kami dalam dosa bersama
Bertahun membangun kultus ini
Dalam pikiran yang ganda
Dan menutupi hati nurani
Ampunilah kami
Ampunilah
Amiin

Tuhan kami
Telah terlalu mudah kami
Menggunakan asmaMu bertahun di negeri ini
Semoga Kau rela menerima kembali
Kami dalam barisanMu
Ampunilah kami
Ampunilah
Amiin


• Contoh Epigram
  PAGI
Jangan biarkan sekuntum bunga itu
layu sebelum matahari membelainya
dengan menggemakan semburat jingga
ultra dalam irama nuansa cinta-semesta

Lihatlah bagaimana alam begitu perkasa
memainkan peran-Nya
dalam rindu-dendam yang terbungkus
kasih sayang memberi semburat
makna seribu pesona


• Contoh Ode
Generasi Sekarang
Karya: Asmara Hadi

Generasi Sekarang
Di atas puncak gunung fantasi
Berdiri aku, dan dari sana
Mandang ke bawah, ke tempat berjuang
Generasi sekarang di panjang masa

Menciptakan kemegahan baru
Pantoen keindahan Indonesia
Yang jadi kenang-kenangan
Pada zaman dalam dunia


 Contoh Elegi 
Senja di Pelabuhan Kecil
Karya: Chairil Anwar

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut,
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut.

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah, air tidur, hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap.


• Contoh Satire
Aku bertanya
Oleh : WS Rendra

Aku bertanya...
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,

sementara ketidakadilan terjadi
di sampingnya,
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
termangu-mangu dalam kaki dewi kesenian.

Postingan populer dari blog ini

Laporan Hasil Observasi Wayang

TUGAS ESAI PANCASILA

Menyusun Laporan Hasil Observasi